Bagi kita Warga Negera Indonesia, bulan Agustus selalu identik dengan kemerdekaan. Selain selalu bersyukur terhadap kemerdekaan yang telah diraih bangsa berkat jerih payah serta perjuangan rakyat dahulu, kita juga harus dapat mengambil hikmah dari apa sejatinya arti kemerdekaan di masa sekarang ini. Yuk, kita sama-sama kita menjadi ibu yang merdeka di masa kini
Menjadi Ibu yang Merdeka di Masa Kini
Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia
17 Agustus 2020, artinya sudah 75 tahun sudah bangsa Indonesia merdeka dari bangsa penjajah Belanda dan Jepang. Sudah 75 tahun sejak hasil jerih payah para pemuda-pemudi di eranya untuk bertempur dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi tanah air, Indonesia. Perjuangan yang tidak sekedar hanya pemikiran namun juga sampai mengorbankan jiwa raga. Perjuangan yang sangat luar biasa.
Oleh karena itu sudah sepatutnya kita harus terus semangat perjuangan para pemuda-pemudi pendahulu kita dengan terus berkarya dan mengembangkan diri dalam rangka memaknai arti perjuangan yang telah mereka lakukan.
Perjuangan di era sekarang tentu berbeda dengan kerja keras yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan kita dahulu. Perjuangan yang kita lakukan di masa sekarang adalah lebih kepada sikap atau aktivitas positif untuk terus berkarya setelah menjadi bangsa yang merdeka.
Menjadi Ibu yang Merdeka di Masa Kini
Mengutip perkataan Ibu Septi Peni Wulandani, pendiri Komunitas Ibu Profesional beberapa hari lalu pada diskusi obrolan WhatsApp di salah satu grup pengurus tempat saya bergabung.
Beliau mengatakan bahwa kemerdekaan itu sejatinya memiliki tiga unsur., yakni:
- Berdiri sendiri
- Tidak bergantung kepada orang lain
- Dapat mengatur dirinya sendiri.
1. Merdeka bermakna mampu berdiri sendiri atau mandiri
Mampu berdiri sendiri atau mandiri artinya suatu keadaan yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, benar, dan bermanfaat, berusaha melakukan segala sesuatu dengan jujur dan benar atas dorongan dirinya sendiri, sesuai dengan hak dan kewajibannya, sehingga dapat menyelesaikan segala tantangan yang dihadapinya, serta mampu bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang telah diambilnya melalui berbagai pemikiran dan pertimbangan.
Lalu, bagaimana caranya kita untuk dapat menjadi pribadi yang mampu berdiri sendiri atau mandiri ini? Berikut ini adalah ciri-ciri seseorang dapat dikatakan mandiri.
- Memiliki kemampuan untuk selalu berusaha berinisiatif dalam segala hal.
- Memiliki kemampuan mengerjakan tugas yang dipertanggung-jawabkan padanya.
- Memperoleh kepuasan dari kegiatannya (yang dikerjakannya), indikasinya adalah merasa bahagia dengan apa yang dikerjakannya.
- Memiliki kemampuan mengatasi rintangan yang dihadapinya dalam mencapai kesuksesan.
- Memiliki kemampuan untuk selalu bertindak jujur dan benar sesuai hak dan kewajibannya.
- Memiliki keinginan untuk membantu orang lain atau melakukan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya.
- Memiliki kemampuan berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif terhadap sesuatu yang dikerjakannya atau diputuskannya, baik dalam segi manfaat atau keuntungannya, maupun segi negatif dan kerugian yang akan dialaminya.
- Tidak merasa rendah diri jika harus berbeda pendapat dengan orang lain, berani mengemukakan pendapatnya walaupun berbeda, dan mampu menerima pendapat yang lebih benar.
Hal-hal di atas tentu sangat baik apabila bisa dilakukan tidak hanya beberapa melainkan kesemuanya.
2. Merdeka bermakna tidak bergantung pada orang lain
Setiap orang merupakan pribadi yang memiliki potensi dan keunikannya sendiri. Oleh karena itu setiap orang harus mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga tidak menjadi bergantung pada orang lain.
Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat mengembangkan potensi diri.
- Berani untuk belajar otodidak.
Belajar otodidak bisa memberikan pelajaran yang banyak. Meski terasa sulit pada awalnya, namun seseorang yang belajar sendiri akan menumbuhkan rasa penasaran yang tinggi dan pikiran yang kreatif. Seorang yang memilih belajar otodidak akan menemukan waktu belajarnya sendiri (lebih bebas) dan cara pandang baru untuk menguasainya.
- Harus berani berkata "tidak"
Dengan berani mengatakan "tidak" membuat kita bisa mengatur jadwal dan mementingkan prioritas. Apa yang akan didapat ketika berani berkata “tidak” adalah untuk bisa melakukan banyak hal sendiri dan tahu apa yang kita inginkan. Perlu self-control agar tidak bergantung pada orang lain. Hidup haruslah memiliki target untuk kita capai.
- Berani mengambil keputusan
Tidak bergantung pada orang lain bisa dimulai dari perilaku sekecil mungkin, seperti bisa memutuskan sendiri dan menimbang sebab-akibat serta risiko yang akan didapat. Seorang yang tidak mudah bergantung pada orang lain menunjukkan bahwa keputusan yang sudah dipilihnya merupakan tanggung jawab pribadinya, bukan orang lain. Langkah ini yang bisa membuat seseorang berkembang dan mengevaluasi dirinya.
- Tentukan tujuan hidupmu sendiri, tidak perlu mengikuti orang lain.
Menjadi pengikut merupakan salah satu penyebab ketergantungan dengan orang lain. Sifat ini menimbulkan kita harus mengikuti standar orang lain. Hal ini disebabkan karena belum memiliki tujuan yang harus dicapai. Tidak memiliki tujuan pribadi yang jelas membuat kita kurang mengasah keterampilan. Waktu kita akan habis untuk merealisasikan tujuan orang lain.
Terlalu berharap bisa sama seperti orang lain juga berdampak pada perasaan. Termasuk kebahagiaan kita jadi terbatas karena diatur dengan standar kebahagiaan orang lain.
- Fokus pada kelebihan
Tidak bergantung pada orang lain menjadikan kita tahu pentingnya kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. Kita akan dipaksa untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki. Sedangkan mengetahui kelemahan berguna untuk menyadari batasan yang harus kita tempuh.
- Fokus pada usaha bukan hasil
- Coba sendiri terlebih dahulu.
Sangat tidak mungkin seseorang bisa hidup sendiri, namun untuk meminimalkan ketergantungan tersebut kita bisa menggunakan prinsip, mencoba lebih dulu baru minta tolong. Akan banyak pengetahuan baru ketika sudah berani mencoba.
Jangan pasrah meski tidak tahu apa-apa. Inti untuk tidak bergantung pada orang lain adalah berusaha lebih dulu. Saat dewasa setiap orang akan diuji dengan keterampilan dalam dirinya, bukan lagi anak kecil manja yang setiap tindakannya harus diberi pertolongan.
3. Merdeka bermakna mampu mengatur dirinya sendiri
Mengatur dirinya sendiri bisa bermakna mampu mengola apa yang menjadi kebutuhannya. Memilih cara dan metode yang pas serta sesuai untuk dirinya sendiri dalam berkativitas dan mengembangkan diri. Serta memilih lingkungan yang mendukung untuknya meraih tujuan hidupnya.
Pribadi yang sudah mampu mengatur dirinya sendiri berarti ia sudah mampu untuk menciptakan agenda dan menentukan prioritas aktivitasnya sendiri.
Setiap hidup memiliki tantangan dan ujian yang beragam. Satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah mempersiapkan diri. Jangan mudah berharap kepada orang lain karena mereka pun pasti memiliki tantangannya tersendiri.
Menjadi ibu dengan jiwa merdeka itu sangatlah penting, karena ibu yang merdeka akan melahirkan dan menjadikan anak-anak yang merdeka pula. Maka kemerdekaan yang kita miliki sejatinya bukan untuk menindas yang lain, bukan juga untuk memuaskan ego sendiri. Kemerdekaan diri juga tetap harus sesuai dengan hak serta kewajiban bukan menjadi semena-mena.
Kita merdeka belajar, dan harus belajar berani memerdekan yang lainnya. Kita merdeka berkarya, karena ingin membuat yang lain berdaya.
Aku percaya semua ibu merupakan sosok hebat yang punya karya yang juga hebat di ranahnya masing-masing. Sempat melihat rumput di halaman pekarangan orang lain tak apa.. Tapi segera kembali memandang pekarangan sendiri. Perbaiki, sirami, pupuk, dan jadikan lebih asri..
Tentu pekarangan kita juga menjadi unik dan tak kalah menarik
Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75
Salam
ARL







