Arsita Rahadiyani's Blog
Situasi di Jepang mulai kondusif, beberapa fasilitas publik telah dibuka kembali. Bermain di taman menjadi salah satu hal yang ditunggu. Begini serunya menikmati taman di Jepang setelah pandemi.
Setelah Status Keadaan Darurat di Jepang untuk 39 Prefektur, Emergency State atau 緊急事態宣言 (baca: kinkyuu jitai sengen), resmi dicabut seperti disampaikan oleh PM Shinzo Abe pada 15 Mei 2020 lalu. Pemerintah Daerah pun mengikuti kebijakan tersebut dengan mulai membuka kembali fasilitas publik secara bertahap. Salah satunya adalah Tsukuba, salah satu kota di Provinsi Ibaraki tempat aku sekeluarga tinggal selama hampir 4,5 tahun ini.
Melalui situs resmi milik kota, Walikota Tatsuo Igarasi, Walikota Tsukuba mengumumkan kebijakan yang sejalan. Beliau menyebutkan bahwa setelah pada tanggal 22 Mei 2020 Gubernur Oigawa, Gubernur Ibaraki, telah membuat ketetapan untuk secara bertahap melonggarkan peraturan yang bertujuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan sosial, sehingga menurunkan kondisi darurat menjadi level 2. Salah satu aktivitas yang dijelaskan oleh Bapak Gubernur adalah sudah diizinkannya masyarakat untuk beraktivitas ke taman namun tetap dengan beberapa ketentuan. Tentu hal ini menjadi angin segar bagi para warga yang telah lama menahan diri untuk menikmati aktivitas pergi ke taman di Jepang. Info dari situs resmi kota Tsukuba bisa dibaca di disini.
Sehari sebelum bulan Mei lalu berakhir, berbekal leisure sheet (alas duduk lesehan), kotak makan dan minuman kami sekeluarga pergi ke Science Expo Memorial Park, salah satu taman di Tsukuba Jepang. Taman yang terletak sekitar 9 Km dari tempat tinggal kami ini berada di kawasan kantor industri. Beberapa perusahaan yang berkantor disana antara lain Rinnai, Astelas Pharma, Fujikin dan Daikin.
Kami menemukan taman ini secara tidak sengaja sewaktu dalam perjalanan pulang sehabis berbelanja akhir bulan januari lalu. Karena pandemi COVID-19 yang melanda Jepang, baru pekan lalu kami menyambangi taman tersebut kembali setelah status kota Tsukuba lebih kondusif.
Setibanya disana sudah tampak sejumlah warga yang juga pergi ke taman ini, terlihat dari kendaraan roda empat yang terparkir rapi di parking space yang telah disediakan khusus di area pinggir taman. Bersyukur kami masih kebagian tempat parkir, bila tidak maka kami harus mencari taman lainnya. Bagi pengunjung taman di Jepang yang membawa kendaraan, harus memarkirkan kendaraannya di lokasi parkir yang telah disediaakan, bila tidak kebagian maka pengunjung harus mencari tempat lain karena mereka tidak diizinkan untuk memarkirkan kendaraannya sembarangan.
Himbauan Pemerintah Tentang Aktivitas di Taman
Meskipun status kota sudah diturunkan menjadi level 2, pemerintah tetap meminta warga agar terus mentaati himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yakni guna mencegah timbulnya kasus baru COVID-19 di Jepang. Hal ini tampak dengan masih terlihat papan himbauan yang dipasang di fasilitas publik seperti di taman ini. Himbauan pemerintah ini dipasang beberapa titik lokasi salah satunya di dekat area masuk taman, agar terlihat jelas oleh warga. Sehingga diharapkan warga yang melakukan aktivitas di taman mentaati guna kepentingan kesehatan warga sendiri.
u |
| Himbauan Pemerintah tentang beraktivitas di taman setelah Pandemi COVID-19. |
Himbauan dari pemerintah kota tersebut disediakan dalam dua bahasa, Jepang dan Inggris, karena Tsukuba banyak juga ditinggali oleh warga asing. Sudah baca tentang tulisanku tentang Tsukuba? Kalau belum bisa klik disini.
Isi himbauan pemerintah terkait COVID-19:
- Selalu menerapkan social distancing dan hindari kegiatan berkelompok
- Hindari waktu dan lokasi yang ramai
- Selalu mencuci tangan setelah beraktivitas
- Hindari menyentuh wajah ataupun benda lain yang ada di taman
- Cari lokasi yang sepi, jangan berdekatan dengan aktivitas orang lain
- Selalu menghormati pengunjung lain yang juga sedang beraktvitas
Himbauan ini selain ditulis dengan bahasa yang pendek, disertai pula dengan grambar, sehingga mudah dipahami oleh warga yang membaca.
Hal lain yang menarik adalah, di bagian bawahnya dilengkapi pula pengumuman yang ditujukan bagi pengunjung anak-anak, yang merupakan sebagian besar pengunjung taman. Meskipun pengumuman untuk anak ditulis dalam bahasa Jepang saja, tapi tidak ditulis dengan aksara kanji, melainkan dengan Hiragana.
Baca Juga: Mengenal Aksara Jepang
Berikut isi pengumuman yang ditulis dalam huruf Hiragana
あそびにきてくれたみなさんへ (baca: asobini kite kureta mina san he)
Untuk semua orang yang sudah datang untuk bermain disini
こどもたちへ(baca: kodomo tachi he)
Untuk anak-anak
Berikut ini hasil terjemahanku ke dalam bahasa yang mudah dipahami untuk pengumuman yang ditujukan bagi anak-anak.
Meskipun telah datang jauh-jauh, mohon maaf untuk saat ini belum bisa bermain di fasilitas permainan yang ada. Tetapi dengan melihat langit, mengamati permukaan tanah, tentu kalian akan dapat melihat dan merasakan berbagai hal. Anda adalah seorang jenius yang bisa berpikir hal dan juga cara permainan baru. Percayalah dengan kemampuan dan kekuatanmu, orang dewasapun juga berusaha melakukan hal yang terbaik. Tentu kalian merasa kesepian ketika jauh dari teman-teman, tetapi yang dilakukan sekarang adalah cucilah tangan kalian dengan benar, dan bermainlah dengan senyum ceria.
Pesan dari pemerintah kepada anak-anak ini sangat menyentuh sekali. Isinya diawali dengan meminta maaf karena mereka telah datang dan ingin bermain, namun ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan, yakni menikmati fasilitas permaianan yang ada. Didalamnya juga berisi ajakan kepada anak-anak agar mengeksplorasi taman, mencari hal-hal yang seru dengan melihat pemandangan sekitar, mengamati tanaman/tanah/lingkungan. Menyiratkan bahwa dengan hal tersebut, anak-anak diharapkan menjadi sosok yang jenius, selalu ingin mencari tahu tentang apa yang di sekitarnya. Berpesan juga bahwa saat ini orang dewasapun sedang melakukan hal yang sama. Pesan yang terakhir adalah agar anak-anak jangan merasa bersedih hati, karena di situasi sekarang ini (pandemi COVID-19 dan pencegahannya), mereka belum bisa banyak bertemu dengan teman-teman untuk bermain bersama. Diingatkan untuk selalu mencuci tangan dengan baik, sehingga saat anak-anak tetap sehat dan bisa bermain dengan wajah penuh senyum ceria.
Selanjutnya pesan kepada para orangtua dan orang dewasa yang datang.
保護者ーおとななのみなさまへ (baca: hogosya - otonano mina sama he)
Untuk orangtua - orang dewasa
Berikut ini hasil terjemahanku ke dalam bahasa yang mudah dipahami untuk pengumuman yang ditujukan bagi orangtua dan orang dewasa.
Tentu merupakan sulit/tidak menyenangkan bagi anak-anak saat berada di taman ada himbauan untuk tidak boleh memainkan peralatan bermain. Harap dipahami bahwa peralatan bermain yang biasa dipergunakan untuk bermain juga berisiko untuk menyebarkan infeksi. Tapi kami yakin bahwa Anda akan segera melihat seorang anak menemukan dengan sangat antusias (ide). Meski hanya Satu bongkahan batu kecil, satu batang tongkat, bunga, serangga, dan pemandangan di langit/ awan..tentu akan banyak hal yang bisa diperoleh. Mengapa Anda tidak mencari banyak hal yang menyenangkan (misalnya bermain dengan aneka biji dari tumbuhan) bersama anak Anda dengan apa yang ada di sana walaupun itu bukan peralatan taman atau taman bermain?
Aktivitas Warga Saat Pergi ke Taman di Jepang
Berjalan santai, jogging, bermain bola, berolahraga adalah beberapa aktivitas warga saat pergi taman di Jepang. Atau sekedar bersantai sembari duduk menikmati bekal makanan yang dibawa. Ada pula orangtua yang menemani anaknya yang masih kecil agar semakin berani menaiki sepeda. Atau sekedar membawa serta hewan peliharaannya, anjing dan kucing, sambil berjalan-jalan.
![]() |
| Warga saat melakukan aktivitas di taman. Ada yang berolah raga, bahkan mendirikan tenda sebagai tempat beristirahat |
Kami sengaja mempersiapkan bekal makanan dan minuman karena ingin bersantai di taman sambil menikmati cuaca sore hari. Bahkan tidak hanya bekal camilan yang kami bawa, cerahnya hari sejak pagi, sangat cocok dipakai untuk menghabiskan waktu dengan pergi ke taman sambil membawa sepeda lipat kakak dan baby walker untuk adik yang sudah mulai senang berdiri dan mulai berani melangkahkan kaki pelan-pelan.
![]() |
| Adik belajar berjalan |
Taman di Jepang umumnya dilengkapi dengan jogging track yang diperuntukkan bagi warganya yang sangat rajin berolahraga. Bahkan hari itu, suhu udara sudah mulai panas karena menjelang musim panas, tetap dijumpai warga yang berolahraga lari di taman.
Pengalamanku beberapa kali pergi ke taman di tsukuba , Science Expo Memorial Park ini merupakan salah satu taman yang sangat luas. Bahkan dua kali kunjungan kami ke tempat ini, belum semua sudut taman kami susuri sembari berjalan santai. Beruntung untuk kakak, sewaktu adik menghabiskan snack MPASI yang sudah disiapkan dari rumah, ia bisa mengelilingi kawasan taman yang luas ini dengan sepedanya yang berwarna kuning, pemberian ayahnya setelah sebulan kami tiba di Tsukuba tahun 2016 lalu.
![]() |
| Pergi ke taman menjadi salah satu aktivitas favorit kami di akhir pekan |
Bagian yang menyenagkan buatku sekeluarga selain bisa menikmati udara yang segar dan bersih sambil melihat hijaunya daun dan pepohonan sebagai tanda mulai masuk musim panas di taman Science Expo Memorial Park ini adalah ada hewan unggas yang jarang kulihat di Jepang, yaitu ayam.
Ayam?
Iya benar.!
Di dekat salah satu lokasi parkir kendaraan, tepatnya di belakang bangunan yang berfungsi sebagai toilet umum di taman, ada sebidang tanah kecil yang diperuntukkan untuk hewan unggas ini. Selain mengenalkan kegiatan outdoor untuk bayiku yang kini hampir berusia hampir sepuluh bulan, akupun bisa memerlihatkan hewan unggas yang semasa kecil dipelihara ayahnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar dulu.
![]() |
| Sudut yang diperuntukkan untuk hewan unggas ayam. |
Setelah kondisi kota lebih kondusif, aktivitas yang dinanti warga adalah menikmati suasana taman. Sebagai warga sudah menjadi kewajiban untuk taat dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya adalah himbauan untuk beraktivitas saat ke taman di Jepang setelah pandemi ini. Semua ini diterapkan untuk kepentingan kesehatan seluruh warga yang tinggal di suatu wilayah. Aktivitas pergi ke taman setelah masa pandemi sudah mulai dapat dilakukan, dengan tetap mematuhi peraturan dari pemerintah setempat.
Semoga bermanfaat
Salam hangat
ARL





























